Selasa, 29 Maret 2016
easy ways to saving money
Check this out...
$ count of all income from the firm income
$ create the daily needed list that u must need
$ fix the goods that you want to buy and the usefull ones
$ buy the durable and the good quality of goods
$ dont colecting luxury goods or Expensive branded goods
$ dont spent money for buying big sale product that you no need
$ create local bank account to save money easily
$ apply credible assurance. It may be the best way to saving money For your future needed
Ok Let's try and wish give all of sucsees tomorrow
Kamis, 24 Maret 2016
misteri di balik kolor
X:kamu susah banget digodain
Y:sory ya...aku ga minat sama yang lokal
kurang greget
X:emangnya ga puas sama aku?
Y:aku cari yang brewok
X:aku kan pengen crot ma kamu
Y:temenan aja ya!
X:ga enaklah ngobrol biasa
Y:dienakin dong!!!
Otak kamu setingannya cuman Isi sempak ...
Hanya sepenggal obrolan yang aku kutip dari teman Facebook. Meski dengan APA lagi aku tolak hinaan ITU. Jijik marah dan jengkel tak bisa diungkapkan di sini. Cuma tulisan penghantar emosi. Begitu hebatnya nafsu berpengaruh menyeret otak. manusia wanita yang harus selalu di cerca kehinaan. patutkah kaum Adam ini dikagumi. pantaskah hawa bernaung di kalangan Adam seperti INI.
Emansipasi memang sudah dilekatkan sebagai predikat wanita Indonesia. Kesetaraan bukan lagi hambatan. Kekuatan wanita bahkan kemandirian wanita tidak lagi dipertanyakan.Agaknya masih ada otak otak sempit yang kotor masih mencap wanita sahaya dibalik kekuasaan kaum Adam...selalu di biangkan pelayan birahi kepuasan yang bukan tentu milik sahnya. Tak perduli baik buruknya. Tak perduli ikatan yang di khianatinya.
Moral sudah hilang. Moral sudah luntur Dari nilai keseharian. Diaat dunia mengejar jenjang, tenyata itu justru melunturkan moral. Sarjana yang didambakan hanya sekedar nama di sertifikat kelulusan.
Bobrok Yang kian melanda meluas tidak terbatas. pendidikan Yang harusnya membuka isi pikiran tetapi bebas Tampa saring menerima budaya Kotor.
Lihat saja celana kolor yang seharusnya tetap sederhana bersahaja telah salah guna. Karena tidak dijadikan pelindung empunyanya, melainkan dijadikan selimut Kotor dibalik praktik kotor tangannya. Dan media sosial dijadikan senjata mencari budak tak beruntung Yang sanggup nemikat birahinya.
Agama Dan pendidikan take sangguo membendung gelombang sosial yang sebegitu dahsyatnya.begitu Cepat arus telah berubah, virus menghabiskan generasi. Harus dengan APA lagi suntikan moral diadopsikan.
Keluarga dan masyarakat diharuskan waspada gejala yang ada. Meski terlambat bukan tidak mungkin memperbaiki.
Y:sory ya...aku ga minat sama yang lokal
kurang greget
X:emangnya ga puas sama aku?
Y:aku cari yang brewok
X:aku kan pengen crot ma kamu
Y:temenan aja ya!
X:ga enaklah ngobrol biasa
Y:dienakin dong!!!
Otak kamu setingannya cuman Isi sempak ...
Hanya sepenggal obrolan yang aku kutip dari teman Facebook. Meski dengan APA lagi aku tolak hinaan ITU. Jijik marah dan jengkel tak bisa diungkapkan di sini. Cuma tulisan penghantar emosi. Begitu hebatnya nafsu berpengaruh menyeret otak. manusia wanita yang harus selalu di cerca kehinaan. patutkah kaum Adam ini dikagumi. pantaskah hawa bernaung di kalangan Adam seperti INI.
Emansipasi memang sudah dilekatkan sebagai predikat wanita Indonesia. Kesetaraan bukan lagi hambatan. Kekuatan wanita bahkan kemandirian wanita tidak lagi dipertanyakan.Agaknya masih ada otak otak sempit yang kotor masih mencap wanita sahaya dibalik kekuasaan kaum Adam...selalu di biangkan pelayan birahi kepuasan yang bukan tentu milik sahnya. Tak perduli baik buruknya. Tak perduli ikatan yang di khianatinya.
Moral sudah hilang. Moral sudah luntur Dari nilai keseharian. Diaat dunia mengejar jenjang, tenyata itu justru melunturkan moral. Sarjana yang didambakan hanya sekedar nama di sertifikat kelulusan.
Bobrok Yang kian melanda meluas tidak terbatas. pendidikan Yang harusnya membuka isi pikiran tetapi bebas Tampa saring menerima budaya Kotor.
Lihat saja celana kolor yang seharusnya tetap sederhana bersahaja telah salah guna. Karena tidak dijadikan pelindung empunyanya, melainkan dijadikan selimut Kotor dibalik praktik kotor tangannya. Dan media sosial dijadikan senjata mencari budak tak beruntung Yang sanggup nemikat birahinya.
Agama Dan pendidikan take sangguo membendung gelombang sosial yang sebegitu dahsyatnya.begitu Cepat arus telah berubah, virus menghabiskan generasi. Harus dengan APA lagi suntikan moral diadopsikan.
Keluarga dan masyarakat diharuskan waspada gejala yang ada. Meski terlambat bukan tidak mungkin memperbaiki.
Langganan:
Komentar (Atom)


